Memandu Anak Menggunakan Mesin Pencari



Saat ini, menggunakan mesin pencari (search engine) seperti Google untuk mencari informasi telah menjadi kebiasaan sehari-hari. Tidak hanya orang dewasa yang membutuhkan mesin pencari tapi juga anak-anak terutama di usia sekolah. Saat masih duduk di bangku sekolah dulu, kita mungkin terbiasa mencari referensi dari buku-buku di perpustakaan, atau dari tumpukan koran langganan. Sekarang, anak-anak cukup  mengetikkan beberapa kata di mesin pencari untuk mendapatkan informasi tentang  tugas sekolah atau sekedar untuk memenuhi rasa ingin tahunya.

Sebagai orang tua, beragamnya konten yang dapat ditemukan di internet mungkin membuat Mama merasa was-was jika sewaktu-waktu anak menemukan konten yang tidak pantas dilihat oleh anak, tidak valid kebenarannya, atau mengandung konten berbahaya bagi perangkat kita. Mencari informasi online secara efektif dan aman adalah salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki seseorang di era digital. Setelah anak cukup usia, cepat atau lambat mereka perlu belajar menguasai kemampuan ini.

Selain mendampingi anak ketika melakukan pencarian, ada beberapa hal yang dapat Mama lakukan untuk mengajari anak menggunakan mesin pencari secara efektif dan aman. Apa saja? Simak langkah-langkah berikut ini, ya.

1. Lindungi perangkat dan browser

Malware adalah setiap program atau file yang berbahaya untuk komputer seperti virus, aplikasi pengintai (spyware), dan program lain yang bisa merusak perangkat atau mencuri data. Pasanglah software anti-malware di semua perangkat yang digunakan anggota keluarga. Pasang juga tambahan ekstensi pada browser yang dapat mengidentifikasi link berbahaya pada hasil pencarian. Ajari anak untuk tidak sembarangan mendownload dan membuka file dari internet.

Link bertanda hijau dinyatakan aman dibuka


2. Gunakan mesin pencari ramah anak
Terdapat beberapa mesin pencari yang khusus dibuat untuk anak dengan tambahan filter untuk konten yang tidak sesuai usia, misalnya KiddleKidRex, atau Kid's Search Engine. Untuk mencari gambar, Creative Common Search adalah alternatif yang lebih aman untuk anak. Sayangnya, mesin pencari yang ada sekarang hanya dapat digunakan untuk memfilter kata kunci dan konten berbahasa Inggris saja.

3. Gunakan setting pencarian yang lebih aman pada mesin pencari
Jika Mama menggunakan Google, aktifkan filter SafeSearch (TelusurAman dalam bahasa Indonesia) yang dapat memblokir konten yang eksplisit dan khusus dewasa. Mesin pencari lain seperti Bing juga memiliki fitur yang serupa.

Filter TelusurAman di Setelan Penelusuran Google



4. Gunakan bookmark untuk situs yang layak jadi referensi

Dengan menyimpan bookmark untuk situs-situs yang terpercaya, anak tidak perlu menggunakan mesin pencari sehingga munculnya konten negatif dapat diminimalisir. Misalnya, Mama bisa menyimpan bookmark situs Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dan mengarahkan anak untuk langsung membukanya ketika membutuhkan definisi kata tertentu tanpa terlebih dahulu menggunakan mesin pencari.


5. Gunakan kata kunci yang spesifik

Kata kunci (keywords) yang spesifik akan mengurangi kemungkinan munculnya hal yang tidak diinginkan pada hasil pencarian. Misalnya, ketikkan "buah kiwi" untuk mencari jenis buah, dan "burung kiwi" untuk jenis unggas. Gunakan frase dan bukan kalimat utuh.

6. Periksa validitas hasil pencarian

Beri tahu anak bahwa tidak semua yang ia temukan di internet itu benar karena semua orang dapat menulis apa saja yang ia mau. Ajarilah ia untuk membedakan situs yang layak dipercaya dan yang tidak. Beri tahu juga mengenai sponsored listing, yaitu situs yang ditampilkan di tempat yang mencolok sebagai hasil pencarian karena pemiliknya membayar biaya iklan.

Contoh sponsored listing di hasil pencarian Google


Poin-poin di atas merupakan beberapa langkah teknis yang dapat Mama lakukan ketika anak belajar menggunakan mesin pencari. Namun, hal-hal tersebut tidaklah sempurna dan tidak dapat menjamin 100% bahwa anak akan terhindar dari konten yang tidak sesuai bagi usianya. Anak yang lebih kecil sebaiknya selalu didampingi ketika menggunakan mesin pencari. Untuk anak yang lebih besar, ada dua hal yang tidak kalah penting dan perlu Mama lakukan, terutama karena kita tidak dapat mengawasi mereka sepanjang waktu.

7. Sepakati aturan bersama

Tentukan dimana mereka boleh menggunakan perangkat. Sebaiknya komputer diletakkan di ruang bersama dan bukan di kamar anak. Beri tahu anak tentang konten apa saja yang tidak boleh dilihatnya, dan apa yang harus mereka lakukan ketika menemukan konten terlarang tersebut. Misalnya, ketika tiba-tiba menemukan konten pornografi, mereka harus segera mematikan layar lalu meminta bantuan orang tua atau guru.

8. Bangun kepercayaan anak untuk berdiskusi dengan orang tua

Bicarakan dengan anak tanpa menghakimi tentang hal negatif yang mereka temukan baik secara sengaja maupun tidak di dunia maya. Bersikaplah tenang dan terbuka agar ketika anak menemukan sesuatu yang membuatnya tidak nyaman, ia akan selalu mempercayai Anda untuk menuntunnya.

Satu hal yang perlu Mama ingat,

your child's best online protection is you!


Demikianlah langkah-langkah yang dapat Mama lakukan untuk memandu anak menggunakan mesin pencari.

Mama punya pengalaman menarik selama menemani si kecil menggunakan mesin pencari? Bagi di kolom komentar berikut ini ya!

Post a Comment

0 Comments