Platform Gratis Belajar Coding untuk Anak


Saat ini kian marak lembaga kursus coding untuk anak-anak di berbagai kota besar di Indonesia. Aktivitas coding memang memiliki berbagai manfaat, antara lain untuk melatih kemampuan problem solving, mengasah computational thinking, menumbuhkan kreativitas, melatih kegigihan, meningkatkan rasa percaya diri, membentuk mental produsen, dan membuka luas peluang kerja di masa depan. Sebetulnya, belajar coding juga bisa dilakukan secara mandiri di rumah, lho. Syaratnya, orang tua harus belajar dulu ilmunya agar bisa menjadi fasilitator yang handal dalam mendampingi anak. Nah, kali ini kami akan membahas bebarapa platform gratis belajar coding untuk anak yang bisa Mama gunakan untuk pembelajaran secara mandiri di rumah. Apa sajakah itu? 

Baca juga: Manfaat Belajar Coding untuk Anak

Jenis Platform Coding untuk Anak

Ada dua jenis platform coding yang dapat kita temukan sebagai media pembelajaran anak. Kita perlu memahami hal ini terlebih dahulu sebelum memutuskan tentang platform mana yang akan digunakan agar lebih sesuai dengan tahapan perkembangan anak.

1. Visual Block Coding

Pemrograman berbasis blok visual adalah salah satu sarana yang simpel dan menyenangkan untuk mengenalkan anak pada aktivitas coding.  Dalam platform visual, anak belajar membuat aplikasi, game, atau program interaktif dengan melakukan drag and drop pada rangkaian blok warna-warni yang masing-masing merepresentasikan potongan kode program. Anak hanya perlu memilih blok yang diinginkannya, kemudian meletakkannya di kolom input sesuai urutan yang diharapkan. 

Keunggulan yang dimiliki visual block coding untuk belajar anak antara lain:
  • Cocok bagi pemula segala usia, termasuk anak usia dini (4-5 tahun). Semua orang bisa melakukannya tanpa harus menghafal dan mengetikkan kode apa pun, meminimalisir kemungkinan frustasi saat baru mulai belajar.
  • Lebih mudah diajarkan. Orang tua yang tidak memiliki pengetahuan tentang pemrograman komputer sebelumnya akan lebih mudah dalam mendampingi anak belajar sendiri di rumah.
  • Fokus pada konsep. Anak akan lebih fokus dalam mempelajari konsep dasar pemrograman seperti loops (pengulangan), conditions (jika-maka), dan lainnya.
Visual block coding tidak mengajarkan bahasa pemrograman riil yang biasanya digunakan di dunia nyata, melainkan berfungsi sebagai jembatan bagi anak untuk memasuki tahapan selanjutnya. 

visual block coding
Contoh visual block coding pada program Blockly

2. Text-Based Coding

Text-based coding boleh dikatakan sebagai tahapan berikutnya ketika mengenalkan anak pada aktivitas coding. Kode program dituliskan dalam bentuk teks, sehingga anak harus menghafalkan sintaksis dan semantik bahasa pemrograman yang sedang dipelajari. Beginilah bentuk coding yang pada umumnya digunakan di dunia nyata untuk membuat website, aplikasi mobile, games, software, dan produk digital lainnya. 

Keunggulan text-based coding adalah fleksibilitasnya yang tinggi. Anak akan lebih bebas dalam berkreasi karena kode yang bisa dibuatnya tidak terbatas pada blok-blok yang sudah disediakan seperti pada visual block coding. 

Ada berbagai macam bahasa dan tools pemrograman riil yang dapat dipelajari anak. Memilih mana yang akan dipelajari sangat bergantung pada jenis produk apa yang ingin dibuat anak. Misalnya, untuk membuat website bahasa yang bisa digunakan antara lain adalah HTML, CSS, dan JavaScript. Jika anak lebih tertarik pada robot, anak bisa mempelajari platform Arduino.

text-based coding
Kode yang sama dari contoh di atas dalam JavaScript


Platform Gratis Belajar Coding

Jika Mama tertarik untuk mengenalkan anak pada aktivitas coding di rumah, berikut ini adalah beberapa platform belajar coding yang penggunaannya tidak membutuhkan biaya sama sekali.

Scratch

Scratch logo

Rentang usia: 8-16 tahun
Jenis: visual block coding

Scratch adalah sebuah proyek dari Lifelong Kindergarten Group di MIT Media Lab. Scratch membantu anak untuk berpikir secara kreatif dan sistematis dengan membuat animasi, cerita interaktif dan games. Anak juga bisa belajar berkolaborasi dengan orang lain dengan bergabung dalam komunitas online Scratch.

Di aplikasi ini, anak akan mempelajari konsep komputasi dan matematika dalam konteks yang menyenangkan, misalnya untuk mengatur kecepatan animasi, mengukur derajat putaran, atau menghitung jumlah nilai dalam game yang mereka buat. Anak bisa mengasah kreativitas dengan memodifikasi karakter, menambahkan foto, juga suara. Mereka juga akan mempelajari proses mendesain suatu produk: memulai dengan sebuah ide, mengimplementasikan dan menguji idenya, mendapat masukan dari orang lain, lalu mengulangi proses ini hingga selesai.


Scratch

Yang perlu diketahui orang tua:
Karena ada komunitas online dalam Scratch, orang tua perlu memahami bahwa anak akan berinteraksi dengan orang-orang yang tidak dikenal. Ingatkan anak untuk selalu mengikuti panduan komunitas termasuk bagaimana menghargai karya orang lain, memberi saran yang membangun, dan tidak membagikan informasi pribadi.

ScratchJr 

ScratchJr

Rentang usia: 5-7 tahun
Jenis: visual block coding

ScratchJr adalah hasil redesain Scratch yang disederhanakan dan disesuaikan untuk perkembangan anak usia dini, baik dari segi kognitif, personal, sosial, dan emosional. Anak bisa membuat cerita interaktif dan games sambil mengasah keterampilan problem solving, mendesain proyek, dan mengekspresikan diri secara kreatif. Di platform ini, anak menyusun visual blocks untuk membuat karakter-karakter bergerak, melompat, menari, dan menyanyi. 


ScratchJr
Yang perlu diketahui orang tua:
Walaupun tersedia bantuan dalam aplikasi, anak masih membutuhkan pendampingan saat menggunakan aplikasi ini untuk memahami fungsi setiap blok yang tersedia. 

Code.org

code.org

Rentang usia: 4-18 tahun
Jenis: visual block & text-based coding

Code.org merupakan sebuah lembaga non-profit yang menyediakan platform belajar gratis untuk belajar tentang computer science di berbagai sekolah. Kurikulumnya tak hanya mencakup coding tetapi juga literasi digital secara umum. 

Code.org membagi unit belajar coding-nya sesuai usia, mulai dari level Pre-Reader (4-8 tahun) hingga anak usia sekolah menengah. Coding dikenalkan melalui visual block programming melalui pembuatan game, aplikasi, dan interactive art. Anak yang lebih besar diajak untuk belajar menggunakan text-based programming, termasuk bagaimana membuat website sendiri.


code.org


Yang perlu diketahui orang tua:
Anak bisa langsung mencoba-coba menggunakan unit belajar yang tersedia, termasuk beraneka "laboratorium" yang ada seperti App Lab, Game Lab, dan Web Lab. Namun, anak masih membutuhkan panduan orang tua atau guru jika ingin mengikuti kurikulum secara lebih terstruktur dan bertahap.


Khan Academy

Rentang usia: 8-16 tahun
Jenis: text-based coding

Khan Academy adalah sebuah lembaga non-profit yang menyediakan berbagai kelas belajar online di berbagai bidang. Di sini tersedia pula kelas belajar coding melalui text-based programming. Anak akan belajar bagaimana membuat grafik, animasi, website, database, games, juga simulasi. Unit belajar dirancang menggunakan bahasa pemrograman riil seperti JavaScript, HTML, CSS, dan SQL sehingga lebih cocok untuk anak yang lebih besar.



Yang perlu diketahui orang tua:
Khan Academy lebih cocok digunakan untuk anak usia SMA atau anak yang sudah mencapai tahap lanjutan dalam belajar coding. 


Codewars



Rentang usia: 16+ tahun
Jenis: text-based coding

Codewars adalah sebuah komunitas online untuk belajar coding untuk level yang lebih advanced. Anak belajar dengan menyelesaikan programming challenges yang disebut sebagai "kata" dengan tingkat kesulitan yang beragam. Anak mengumpulkan poin setiap menyelesaikan "kata" yang jika dikumpulkan bisa menaikkan rankingnya. Tersedia juga problem yang lebih kompleks untuk diselesaikan, yang disebut sebagai "kumite". Ada banyak bahasa pemrograman riil yang dapat dipilih, mulai dari Java, JavaScript, Python, Ruby, C, C++, dan lainnya.  

Salah satu "kata" yang harus diselesaikan di Codewars


Yang perlu diketahui orang tua:
Codewars merupakan komunitas online yang anggotanya berasal dari berbagai ragam usia dan latar belakang. Hati-hati dengan penggunaan kata-kata yang negatif dan pandu anak untuk mengikuti panduan berkomunitas online secara aman. Codewars cocok digunakan untuk anak-anak yang kompetitif.

###

Nah, itu dia beberapa platform gratis belajar coding untuk anak yang bisa digunakan sebagai sarana pembelajaran anak di dunia pemrograman. Bagaimana, Mama, tertarik untuk mulai mengenalkan anak pada aktivitas coding? Mau pakai platform yang mana? Share yuk, di komentar!

Posting Komentar

0 Komentar