[Tanya digitalMama] Mama Ngantor, Anak Tidak Disiplin Saat PJJ


Tanya


Halo digitalMama,

Anak saya ada 3, kelas 2, 4, dan 6 SD. Saat anak-anak masih PJJ, saya dan suami sudah mulai bekerja full time lagi. Anak-anak sudah bisa mengurus diri sendiri, jadi mereka ditinggal di rumah tanpa pengasuh. Masalahnya, kalau saya ga ada di rumah, mereka seringnya cuma tidur dan main aja. Ngerjakan tugas maunya nunggu saya pulang kantor. Gimana ya caranya melatih kedisiplinan biar mereka bisa mengerjakan tugas tepat waktu di jam sekolah tanpa harus nungguin bantuan Mamanya terus?

Ika, 41 tahun, ibu bekerja.



Jawab


Hai Bu Ika, 

Yang pertama, anak-anak sudah bisa mengurus diri mereka sendiri tanpa pembantu itu sudah pencapaian yang luar biasa, lho. Salut buat Bu Ika 3 putra-putrinya sudah bisa mandiri.

Coba diingat-ingat lagi bagaimana prosesnya anak-anak akhirnya mandiri. Tentu itu bukan proses yang instant, ya. Proses itulah yang perlu diterapkan ulang pada pendisiplinan anak-anak ketika belajar.

Anak-anak tidak mau mengerjakan tugas dari sekolah mungkin karena tidak tahu tujuannya apa. Bisa juga karena bosan dengan metodenya, sehingga harus dicari tahu penyebab kebosanannya. Anak-anak juga perlu diajak berdialog tentang tujuan dalam mengerjakan  tugas-tugasnya.

Pada dasarnya anak-anak Ibu anak yang baik, bisa mandiri saat orangtua tidak di rumah. Perkara mereka menunggu orangtuanya untuk mengerjakan tugas sebenarnya ini tidak perlu dilihat sebagai hal yang negatif. Justru ini adalah bentuk kelekatan mereka dengan orangtua. 

Bisa dipahami pasti Bu Ika pulang kerja sudah lelah, maunya anak-anak sudah beres mengerjakan tugas. Tapi perlu dimaklumi juga ketika anak-anak minta didampingi itu sebetulnya karena mereka juga ingin perhatian dari orangtua, setelah dari pagi ditinggal bekerja. Jadi ini sebetulnya bisa dipandang sebagai hal yang positif dalam hubungan orangtua dengan anak, menandakan adanya kedekatan.

Tentang kedisiplinan anak-anak, hal penting yang bisa dilakukan adalah ayah ibu bekerjasama dan jaga kekompakan, bukalah ruang dialog dan banyak melibatkan mereka dalam membuat aturan main. Tentukan batasan-batasan, kapan mereka harus disiplin, kapan boleh santai. Diskusikan juga tentang konsekuensi apa yang harus mereka jalani jika aturan tidak ditepati. Ini perlu dipahami dan disepakati bersama-sama antara orangtua dan anak sejak awal.

Tetap sabar dan semangat, ya!


Satiningsih, S.Psi., M.Si
Dosen Jurusan Psikologi 
FIP Universitas Negeri Surabaya



Punya pertanyaan seputar pengasuhan dan gaya hidup di era digital atau topik lain seputar literasi digital untuk kaum ibu, silakan hubungi kami via email di digitalmamaid[at]gmail[dot]com dengan subyek [Tanya digitalMama]!

Posting Komentar

0 Komentar