[Tanya digitalMama] Anak Lebih Senang PJJ, Enggan Kembali ke Sekolah


Tanya

Hai, digitalMama! 

Anak saya kelas 2 SD. Dia sangat menikmati Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Dia bisa beradaptasi dengan dengan baik, bahkan sudah bisa mengoperasikan aplikasi yang dibutuhkan untuk PJJ. Tetapi setiap kali disinggung soal kembali belajar di sekolah setelah pandemi usai, dia selalu marah. Dia tidak mau kembali ke sekolah. Saya menduga ada yang terjadi di sekolah. Terus terang, saya khawatir anak saya jadi korban bullying di sekolah. Apa yang harus saya lakukan? 

D, 36 tahun, tinggal di Jakarta.


Jawab

Halo, Ibu D! 

Ketika anak bisa menikmati dan lebih menyukai PJJ ini, orangtua perlu memperhatikan apa yang sekiranya menjadi alasan anak lebih suka belajar daring. Apakah karena bisa lebih banyak waktu bersama orangtua, atau karena suasananya yang lebih pas bagi anak, atau dia justru lebih bisa fokus dengan sistem belajar jarak jauh begini. Mama bisa mencoba untuk mendengar lebih banyak pendapat anak soal hal ini. 

Situasi yang sedang menuntut anak untuk beradaptasi ulang, seperti sekarang ini, merupakan waktu yang tepat untuk mengobservasi dan mencari tahu bakat anak. Maka itu, ketika dia lebih enjoy dengan belajar daring, ini bisa jadi catatan bagi orangtua. Kira-kira apa sih bakat anak ini? Apalagi dengan kemampuannya yang sudah bisa mengoperasikan berbagai aplikasi, ia sudah mandiri ketika harus belajar jarak jauh. Mungkin model belajar seperti ini lebih cocok dengan kepribadiannya.

Dalam situasi ini, orangtua bisa menemani, memberinya masukan, dan jadi  teman diskusi. Sehingga bisa menggali apa yang membuat dia senang dengan sistem belajar daring ini. 

Soal kekhawatiran anak menjadi korban bullying, perlu digali lebih jauh. Jika ingin menggalinya dari anak, pastikan anak tidak merasa diinvestigasi. Cari waktu yang tepat untuk membahasnya dengan anak. Ciptakan suasana diskusi yang menyenangkan sehingga anak bisa mengeluarkan pendapatnya. Misalnya dengan bertanya, apakah tidak kangen dengan teman dan guru di sekolah? Bisa jadi alasan tidak mau kembali ke sekolah karena ada persoalan dengan seorang teman atau tidak cocok dengan cara mengajar guru di sekolah. 

Jika memang situasi ini berlanjut, orangtua tidak perlu memaksa anak untuk tetap bersekolah seperti semula. Sekarang ini sudah banyak yang menggaungkan belajar bisa di mana saja, semua murid semua guru. Perlu diskusi yang lebih dalam dengan anak, model belajar seperti apa yang diinginkan dan yang membuatnya nyaman. Belajar itu bukan soal sekolah tatap muka atau tidak, belajar merupakan kebutuhan orang yang ingin maju.

Kondisi anak Ibu D, bisa jadi berbeda dengan anak kebanyakan yang sudah rindu dengan sekolah dan teman-temannya. Mungkin saja keengganan kembali ke sekolah itu bersifat sementara. Sekarang tidak mau, bisa jadi nanti akan mau. Tak perlu terlalu risau, nikmati kondisi saat ini dulu. 

Semangat selalu, Mama!


Satiningsih, S.Psi., M.Si
Dosen Jurusan Psikologi
FIP Universitas Negeri Surabaya

Punya pertanyaan seputar pengasuhan dan gaya hidup di era digital atau topik lain seputar literasi digital untuk kaum ibu, silakan hubungi kami via email di digitalmamaid[at]gmail[dot]com dengan subyek [Tanya digitalMama]!

Posting Komentar

0 Komentar