Manfaatkan Fitur-Fitur di Media Sosial untuk Menjaga Kesehatan Mental


Media sosial pada mulanya diciptakan untuk menghubungkan kembali atau membuat jalinan pertemanan baru. Pada perjalanannya, media sosial turut mempengaruhi kesehatan mental seseorang.

Terhubung terus-menerus melalui media sosial ternyata bisa membawa tekanan tersendiri. Mama mungkin pernah merasa begitu terganggu dengan postingan teman, namun merasa tidak enak untuk berhenti mengikutinya di media sosial. Seringkali keputusan di dunia maya dikhawatirkan menimbulkan masalah di dunia nyata.

Media sosial menyediakan fitur-fitur yang bisa Mama gunakan untuk membatasi interaksi dengan pengguna lain. Jika digunakan dengan tepat, fitur itu bisa membantu Mama terhindar dari perasan tidak nyaman saat mengakses media sosial

Instagram

Turn Off Comenting (Mematikan Komentar)

Fitur ini untuk mematikan kolom komentar. Sehingga siapapun tidak bisa menuliskan komentar pada foto atau video yang Mama kirimkan. Untuk menggunakannya, ketuk tiga titik di kanan atas kiriman foto Mama. 

Pin Your Favorite Comment (Menyematkan Komentar Favorit)

Mama bisa menyematkan komentar positif di bagian paling atas kolom komentar. Komentar positif itu diharapkan bisa mendorong terciptanya interaksi yang positif di kolom komentar. Caranya, tekan komentar positif yang Mama inginkan, lalu pilih ikon pin yang muncul di kanan atas. 

Delete Comment (Menghapus Komentar)

Jika ada komen yang membuat tidak nyaman, Mama bisa menghapusnya. Tekan komentar negatif tersebut, lalu ketik ikon tempat sampah yang muncul di kanan atas.

Tag and Mention Controls (Mengatur Penandaan dan Penyebutan)

Mama bisa mengatur siapa saja yang bisa menandai dan menyebut akun Mama di Instagram. Fitur ini bisa digunakan dengan menyetal pengaturannya. Pilih Settings, lalu pilih Privacy. Atur opsi Tags dan Mentions.

Mute (Bungkam)

Fitur Mute (membungkam) bermanfaat agar unggahan foto atau video seseorang tidak terlihat di linimasa. Pengguna bisa memilih posts atau stories yang dibungkam, atau bahkan kedua-duanya.

Jika Mama merasa terganggu dengan unggahan teman tapi segan untuk unfollow, ini bisa jadi solusi. Tenang saja, akun tersebut tidak akan mendapat notifikasi jika kita mengaktifkan fitur mute terhadapnya.

Mama masih bisa melihat unggahannya bila membuka profilnya. Mama juga masih bisa berkirim pesan lewat Pesan Langsung (Direct Message). Mama juga masih mendapatkan notifikasi jika akun Mama ditandai dalam kiriman akun tersebut. 

Hide Your Story (Sembunyikan Ceritamu)

Ada situasi di mana Mama tidak nyaman ketika Instagram Story dilihat oleh orang-orang tertentu. Mama bisa mengaktifkan fitur Hide Your Story pada akun-akun yang dikehendaki. Dengan begitu akun tersebut tidak bisa melihat story Mama. 

Caranya, buka profil akun yang Mama inginkan. Ketuk tiga titik di sudut kanan atas. Lalu pilih Hide Your Story.

Restrict (Batasi)

Fitur Restrict ini bermanfaat untuk melindungi pengguna dari komentar dan pesan bersifat negatif juga perundungan (bullying). Dengan fitur ini Mama bisa membatasi interaksi negatif tanpa diketahui oleh orang tersebut.

Jika fitur Restrict diaktifkan pada profil seseorang, maka komentar dari orang tersebut hanya akan bisa dilihat oleh orang tersebut. Pemilik akun Instagram, pengikutnya, dan orang-orang lainnya tidak bisa melihat komentar tersebut. 

Mama bisa melihat isi komentar dengan mengetuk pilihan Lihat Komentar. Mama harus menyetujui komentar tersebut agar bisa dilihat semua orang, menghapusnya, atau mengacuhkannya.

Fitur ini juga bisa digunakan untuk Pesan Langsung (Direct Message). Ketika fitur ini diaplikasikan pada akun orang lain, pesan yang dikirim akan pindah ke Message Request. Orang tersebut tidak akan mengetahui apakah pesan itu sudah dibaca karena tidak ada notifikasi "Seen" seperti biasanya. 

Orang yang akunnya telah dibatasi tidak bisa melihat kapan pemilik akun aktif di Instagram (Active now). Pemilik akun juga tidak menerima notifikasi interaksi dari akun-akun yang telah dibatasi. 

Guide

Di masa pandemi ini, Instagram meluncurkan fitur Guide. Pengguna Instagram bisa mendapatkan rekomendasi konten tentang kesehatan mental selama pandemi ini. 

Ikon fitur Guide ini terletak di tab profil. Namun untuk saat ini tidak semua akun sudah memiliki fitur ini. Di Indonesia, fitur Guide bisa dilihat di profil @sudahdong dan @arieltatum. Rencananya, fitur ini akan muncul di halaman "Explore". 

Konten kesehatan mental itu tidak hanya terkait dengan pandemi COVID19, tetapi juga untuk mengatasi persoalan perundungan (bullying) di Instagram. Konten-konten tersebut bisa dibagikan lewat stories maupun ke akun lain melalui direct message.


Facebook

Ada beberapa fitur Facebook yang bisa manfaatkan untuk membuat menjaga kesehatan mental Mama saat menggunakan Facebook. Selain fitur-fitur yang disebutkan di bawah ini, Mama juga bisa memilih opsi Unfollow.

Quite Mode (Bisukan Notifikasi)

Fitur ini bermanfaat bagi Mama yang ingin rehat sejenak dari Facebook. Dengan fitur ini, Mama bisa membuat batasan dan mengatur waktu saat menggunakan Facebook.

Saat mengaktifkan fitur ini, Mama tidak akan menerima pemberitahuan (notifikasi) apapun dari Facebook. Jika saat masih berada dalam mode ini Mama mengakses aplikasi ini, Facebook akan mengingatkan bahwa saat ini masih dalam Quite Mode. 

Untuk mengaktifkan mode ini, bisa dengan mengakses Settings (Pengaturan) lalu pilih Your Time on Facebook. Namun, pengguna Facebook di Indonesia tampaknya belum bisa mengaktifkan mode ini. Fitur ini belum dimunculkan merata di seluruh dunia oleh FAcebook. 

Snooze

Fitur ini bisa membantu Mama untuk terhindar dari unggahan seseorang yang membuat tidak nyaman. Tidak hanya bisa digunakan pada akun seseorang, bisa juga digunakan untuk Groups dan Pages. Dengan fitur ini, Mama tidak akan melihat unggahan dari orang yang tidak Mama kehendaki.

Caranya dengan mengetuk tiga titik di kanan atas pada Kabar Beranda (Bews Feed) Mama. Pilih Snooze (nama pengguna) selama 30 hari. Mama bisa mengurungkannya jika berubah pikiran.

Hide

Jika Mama tak ingin melihat postingan seseorang tanpa batas waktu, bisa juga diatur demikian. Caranya dengan mengetuk tiga titik kanan atas, lalu pilih opsi Hide all from (nama pengguna).

Twitter

Twitter menyediakan opsi Stop Ikuti (Unfollow) juga Block untuk memblokir akun-akun yang Mama anggap mengganggu. Selain fitur-fitur itu, bisa juga memanfaatkan fitur lainnya, antara lain:

Mute (Bisukan)

Mama bisa menggunakan opsi ini agar tidak melihat cuitan seseorang di timeline, namun Mama masih ingin mengikuti akunnya. Akun yang dibisukan tidak akan menerima notifikasi bahwa Mama sudah membisukan Tweet mereka. Mama masih menerima notifikasi saat mereka menyebut akun Mama di Tweet dan mengirim Direct Message. 

Fitur ini juga bisa digunakan pada akun yang tidak diikuti agar Tweet mereka tidak terlihat di timeline Notifikasi Anda.


Hide Reply (Sembunyikan Balasan)

Mama bisa mengendalikan percakapan dengan fitur ini. Mama bisa menyembunyikan balasan Tweet yang membuat tidak nyaman atau mengandung kebencian.

Caranya, tekan ikon panah ke bawah pada reply tersebut. Lalu pilih opsi Hide Reply.

Pembatasan Balasan 

Fitur ini berguna untuk menentukan siapa yang bisa membalas Tweet yang Mama buat. Opsi yang tersedia ialah, semua orang bisa membalas, hanya orang yang diikuti, dan hanya orang yang disebutkan dalam twit saja.

Cara ini bisa mengantisipasi jika ada komentar-komentar yang mengganggu dari orang yang tidak dikehendaki atau yang tidak terkait dengan kicauan Mama.

Cara menggunakannya, buka kolom twit. Tekan Everyone Can Reply (Semua Bisa Membalas) di pojok kiri bawah. Setelah itu akan muncul tiga opsi tadi. Mama tinggal pilih salah satunya.

Mama, penggunaan fitur-fitur ini bukan tanpa risiko. Salah satunya, kita mungkin tidak pernah tahu pendapat atau pemikiran orang yang kita hindari itu. Hal ini berpotensi memperuncing masalah jika asumsi yang kita ambil keliru. Polarisasi juga bisa semakin tajam karena apa yang kita lihat hanya apa yang sesuai dengan pikiran kita sendiri.

Oleh karena itu, Mama perlu menimbang secara matang untung rugi ketika mengaktifkan fitur ini. Satu hal yang pasti, Mama lah yang memegang kendali. Jangan sampai emosi kita dikendalikan oleh media sosial.    

Posting Komentar

0 Komentar