[Tanya digitalMama] Apakah Saya Orangtua yang Ketinggalan Zaman?


Tanya 

Assalamualaikum,

Perkenalkan saya Bunda Yayuk dengan satu putri berusia 13 tahun.

Yang ingin saya tanyakan, suami, saya, dan putri tunggal kami sepakat membelikan handphone nanti saat putri kami kuliah dan putri kami setuju. Jadi ada handphone statusnya pinjam untuk sekolah online dan main game di hari Minggu. Kalau saya melihat teman-teman kerja, anaknya SD sudah percaya diri punya handphone sementara anak saya sekarang kelas 8 tidak punya.

Sering saya tanya bagaimana perasaan adik kalau lihat teman-teman punya handphone? Katanya biasa saja, kadang pingin tapi habis itu enggak. Apa adik merasa ketinggalan zaman atau tidak? Katanya, enggak juga, Bun, biasa saja. Teman yang punya handphone tambah banyak masalah dipanggil guru.

Sejak anak masih kecil, saya membiasakan mencintai buku. Dan untuk meminimalisir 'googling', untuk setiap mata pelajaran saya sediakan lima buku mata pelajaran dari penerbit berbeda. Kami juga selalu menanyakan apa sisi positif dan negatif dari gadget dan apa kekhawatiran kami selama sekolah online.

Kira-kira apakah saya termasuk orang yang ketinggalan zaman, ya? 

Bunda Yayuk


Jawab

Bunda Yayuk yang berbahagia,

Bunda sudah menceritakan bagaimana aturan main penggunaan hp di keluarga Bunda. 

Saya salut karena Bunda berupaya menerapkan aturan main yang jelas dan tegas sehingga anak belajar memahami batasan mana yang baik dilakukan dan sebaliknya. 

Kedua, Bunda pasti juga sudah berupaya mencari alternatif ketika handphone tidak boleh digunakan, lalu anak berkegiatan apa? Membaca buku-buku menjadi pilihan di keluarga.

Ketiga, Bunda (dan pasti bersama Ayah juga, ya) sudah berupaya membuat situasi tanpa handphone menjadi tetap menarik dan menyenangkan bagi anak sehingga akhirnya ketertarikan anak tidak fokus pada handphone. Terbukti anak bersedia punya handphone ketika kuliah. 

Keluarga Bunda adalah contoh yang baik tentang penggunaan handphone di keluarga. Menurut saya Ayah dan Bunda bukanlah orang tua yang ketinggalan zaman, melainkan justru orang tua yang mengendalikan zaman.

Terima kasih sudah sharing. Mudah-mudahan bisa dicontoh keluarga lain.

Satiningsih, S.Psi.,M.Si
Dosen Jurusan Psikologi
FIP Universitas Negeri Surabaya



Punya pertanyaan seputar pengasuhan dan gaya hidup di era digital atau topik lain seputar literasi digital untuk kaum ibu, silakan hubungi kami via email di digitalmamaid[at]gmail[dot]com dengan subyek [Tanya digitalMama]!

Posting Komentar

0 Komentar