Tips Memilih Provider Internet Kabel untuk di Rumah


Kebutuhan internet rumah di masa pandemi melonjak cukup drastis seiring dengan sekolah yang masih ditutup dan sebagian orang tua yang harus bekerja pula dari rumah. Banyak yang kemudian mempertimbangkan berlangganan internet kabel untuk seluruh anggota keluarga melalui Wi-Fi di rumah. Saat ini ada cukup banyak Internet Service Provider (ISP) yang menawarkan aneka paket internet. Sebagian ada pula yang dikemas bersama dengan layanan TV kabel. Bagaimana memilih provider yang paling sesuai untuk keluarga kita? Berikut ini hasil bincang digitalMamaID bersama Fariz Andri Bakhtiar, S.T., M. Kom., Dosen Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, seputar tips memilih provider internet kabel untuk di rumah.

Baca juga: Internet Seluler vs Internet Kabel, Pilih yang Mana?

1. Jangkauan lokasi

Tidak semua lokasi terjangkau layanan ISP yang kita kehendaki karena saat ini masih banyak provider yang belum mampu menjangkau seluruh sudut kota, terutama di kota-kota kecil. Hal ini merupakan salah satu hal pertama yang harus ditanyakan pada ISP. 

2. Kualitas koneksi

Selain keterjangkauan, kualitas koneksi juga penting. Mama bisa bertanya pada para tetangga atau membaca review di internet seputar ISP apa saja yang digunakan di area tempat tinggal kita, beserta bagaimana kualitas koneksinya selama ini. Bisa jadi, ISP yang koneksinya baik di suatu daerah ternyata kurang baik di daerah kita.

3. Anggaran 

Diskusikan dengan pasangan tentang biaya yang dianggarkan untuk berlangganan paket internet. Jika kebutuhan tinggi tetapi anggaran terbatas, Mama bisa mencari berbagai alternatif seperti berbagi Wi-Fi dengan tetangga atau membuat jadwal online keluarga secara bergantian untuk menyiasati bandwidth yang terbatas.

4. Kebutuhan internet

Menghitung kebutuhan sangat penting dilakukan terutama jika anggaran kita terbatas. Kita tentu tidak ingin mengeluarkan biaya untuk paket layanan yang lebih mahal yang ternyata mubazir karena tidak terpakai secara optimal. Memahami kebutuhan juga membuat kita tidak mudah tergoda tawaran atau promo ISP yang terlihat menarik di awal tetapi ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan.

Paket internet dari ISP biasanya ditawarkan berdasarkan bandwidth yang dinyatakan dalam Mbps. Bandwidth menggambarkan berapa banyak volume data yang bisa mengalir dalam sebuah koneksi internet pada satu waktu. Bandwidth sebetulnya berbeda dengan kecepatan meskipun keduanya sangat berkaitan dan seringkali . 

Sebagai analogi, kita bisa mengumpamakan besarnya bandwidth seperti besarnya pipa yang digunakan untuk mengisi sebuah ember dengan air. Semakin besar pipa, semakin banyak air yang bisa mengalir dalam satu waktu sehingga semakin cepat ember terisi penuh. Sebaliknya, semakin kecil pipa, semakin sedikit volume air yang bisa mengalir pada satu waktu dan semakin lambat ember terisi. Demikian pula dengan bandwidth. Untuk mengunduh sebuah file berukuran 1 GB misalnya, dengan bandwidth 10 Mbps dibutuhkan waktu sekitar 14 menit sedangkan dengan bandwidth 100 Mbps dibutuhkan waktu kurang dari 2 menit.

Mbps sendiri merupakan singkatan dari Megabits (Mb) per second. Bedakan dengan MegaByte (MB), ya, 1 MegaByte (MB) setara dengan 8 Megabit (Mb). Jika sebuah ISP menawarkan paket internet 10 Mbps, artinya mereka mengupayakan pengiriman data sebesar maksimum 10 Mb (1,25 MB atau setara dengan video ±30 detik berkualitas sedang) dalam setiap detiknya. 

Pemilihan bandwidth paket internet ditentukan oleh dua faktor yaitu jumlah perangkat yang mengakses internet dan jenis penggunaannya. 

Jumlah perangkat

Semakin banyak jumlah perangkat yang akan mengakses internet, semakin besar pula kebutuhan bandwidthnya. Jangan lupakan bahwa satu orang bisa memiliki lebih dari satu perangkat, dan bahwa seringkali pengguna internet melakukan multitasking, yaitu melakukan beberapa aktivitas yang membutuhkan internet secara bersamaan. Misalnya, bisa saja saat sedang video call, secara bersamaan Mama juga sedang mengunduh album musik di belakang layar. Di saat yang sama, Papa sedang teleconference dengan rekan kerja, dan si kakak sedang mengikuti pembelajaran online bersama gurunya.

Jenis penggunaan

Untuk apa saja internet digunakan di setiap perangkat? Aktivitas yang berbeda membutuhkan bandwidth yang berbeda pula. Streaming, gaming, dan teleconference membutuhkan bandwidth yang cukup agar tidak terjadi buffering atau jeda (lag) yang mengganggu kelancaran koneksi. Berikut ini panduan kasar yang dapat Mama gunakan untuk mengira-ngira kebutuhan bandwidth. Jika koneksi internet yang kita miliki lebih dari kebutuhan minimal yang disarankan, akses akan lebih cepat berjalan.

Panduan bandwidth minimal dari FCC


Menurut Fariz, untuk kelancaran komunikasi video real-time (Zoom, Google Meet, Webex, Microsoft Teams, dll.), browsing tugas, dan download materi pembelajaran oleh sekitar lima orang anggota keluarga, kecepatan internet sekitar 25—50 Mbps bisa jadi cukup memenuhi kebutuhan. Angka tersebut bisa jadi semakin besar jika terjadi peningkatan pada dua faktor di atas.

5. Layanan pelanggan 

Pilih ISP yang layanan pelanggannya bagus. Mama bisa memeriksa kemudahan untuk melaporkan keluhan, apakah tersedia customer service 24 jam seminggu? Sebaiknya kita juga mencari ISP yang cepat menindaklanjuti setiap keluhan tanpa harus menunggu keluhan tersebut viral dulu di medsos. Mama bisa menanyakan pada teman atau kerabat yang sudah menggunakan ISP ini untuk mengetahui tanggapan mereka seputar layanannya.
  

6. Deskripsi paket, hak, dan kewajiban

Telitilah dalam membaca deskripsi paket yang ditawarkan oleh ISP, juga apa saja hak dan kewajiban pelanggan. Memang deskripsinya biasanya cukup panjang, tetapi daripada menyesal belakangan, lebih baik kita paham betul apa yang akan kita sepakati sejak awal.

7. Layanan tambahan

Sebagian ISP juga menawarkan bundling internet dengan TV kabel, baik siaran lokal maupun internasional. Mama bisa membandingkan layanan tambahan ini sesuai dengan kebutuhan seluruh keluarga. Jumlah dan jenis channel TV yang ditawarkan setiap ISP bisa menjadi bahan pertimbangan.


Agar lebih mudah membandingkan, Mama bisa membuat tabel sederhana di komputer untuk membandingkan berbagai ISP dengan beragam paket yang ditawarkan. Jangan terburu-buru memilih, apalagi tergiur tawaran promo dari sales ISP yang belum tentu sesuai kebutuhan. Selamat berburu provider!

Posting Komentar

0 Komentar