Tips Menemukan Akun Online Lama yang Pernah Kita Buat

 


Suatu hari, beberapa tahun yang lalu, kita membuat akun di sebuah aplikasi atau situs baru, lalu melupakannya dan tak pernah membukanya lagi hingga sekarang. Menurut Dashlane, pada tahun 2017 rata-rata pengguna internet memiliki 150 akun online yang memerlukan password. Untuk keamanan maksimal, seharusnya kita memiliki 150 password yang unik dan kompleks. Namun, belum semua orang menggunakan alat bantu seperti password manager untuk membuat dan mengingat password untuk semua akun yang kita miliki. Banyak orang yang masih menggunakan password yang mudah ditebak karena mereka kesulitan mengingat.

Meskipun kita sudah melupakan banyak akun online yang pernah kita buat, tidak demikian dengan para pelaku kejahatan siber yang selalu berusaha mencari celah untuk mendapatkan data pribadi kita. Kebocoran data dan kasus hacking semakin meningkat setiap tahunnya, bahkan dari perusahaan-perusahaan besar yang menyediakan layanan online. Data pribadi seperti username, password, dan alamat email jika sampai jatuh ke tangan pelaku kejahatan bisa digunakan untuk membobol akun lain, terutama jika kita sering menggunakan password yang sama berkali-kali. Bagaimana untuk meminimalisir hal ini?

Akun-akun yang tidak pernah kita gunakan lagi sebaiknya kita hapus, dan yang tersisa kita periksa ulang keamanannya. Untuk setiap akun online, pertimbangkan untuk:

  1. Menghapus akun yang tidak lagi kita perlukan. Situs justdelete.me menampilkan daftar berbagai layanan dan aplikasi internet dan seberapa sulit cara menghapus akun dari sana. 

  2. Memperbarui password, data pribadi, dan setelan keamanan di setiap akun yang masih kita gunakan.  
  3. Menggunakan password manager untuk menyimpan informasi login semua akun yang kita miliki.


Namun, bagaimana cara mengingat dan menemukan kembali semua akun lama yang pernah kita buat? Berikut ini beberapa cara yang bisa kita lakukan.

Gunakan mesin pencari

Masukkan nama, alamat email, dan username yang biasa kita gunakan di mesin pencari seperti Google atau Bing untuk menemukan di mana saja kita pernah membuat akun.

Bongkar email lama

Gunakan fitur pencarian di email dengan kata kunci "welcome", "confirm", "activate", dan semisalnya untuk menemukan email konfirmasi pembuatan akun baru.

Cek password manager

Lihat akun apa saja yang tersimpan di password manager. Terkadang kita juga menyimpan informasi login di browser untuk memudahkan kita masuk ke layanan tertentu. Di browser Chrome, informasi login dapat diakses dari menu Settings > Passwords.

Cek akun Google

Kunjungi halaman Keamanan Google dan lihat bagian Aplikasi pihak ketiga dengan akses akun. Di sana kita akan menemukan beberapa layanan yang menggunakan akun Google untuk login. Menghapus izin akses dari Google tidak akan menghapus akun kita di aplikasi yang bersangkutan. Kunjungi alamat masing-masing layanan untuk mengambil aksi yang diperlukan. 


Cek akun Facebook

Akses menu dari sudut kanan atas, pilih Settings & Privacy > Settings > Apps and Websites. Di sini kita akan melihat aplikasi dan situs yang menggunakan akun Facebook kita untuk login, baik yang masih aktif maupun yang sudah kadaluarsa. Seperti halnya di akun Google, kita hanya bisa menghapus izin aplikasi dari Facebook tetapi tidak menghapus akun tersebut. Kunjungi alamat masing-masing akun satu persatu dan lakukan aksi yang diperlukan.

Lakukan hal serupa untuk aplikasi yang terhubung dengan media sosial lain seperti Instagram, Twitter, atau LinkedIn.



Cek kebocoran data

Situs Have I Been Pwned memeriksa apakah kita memiliki akun yang pernah mengalami resiko kebocoran data. Mungkin saja di sana ada akun lama yang sudah kita lupakan atau akun yang masih terpakai tapi belum pernah kita perbarui passwordnya. 


Menemukan akun-akun lama terkadang bisa membawa kita bernostalgia, tapi jangan sampai nostalgia malah membuat kita lupa tujuan semula, ya! Selamat beberes!



Artikel ini merupakan bagian dari seri KonMari Gadget.


Posting Komentar

0 Komentar