Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban KBGO?

Kekerasan gender berbasis online (KBGO) bisa menimpa siapa saja. Lalu, apa yang bisa dilakukan jika menjadi korban KBGO?

Ikuti beberapa langkah yang direkomendasikan oleh SAFEnet berikut ini:

1. Dokumentasikan semua yang terjadi pada diri

Jika memungkinkan, dokumentasikan secara detail. Dokumentasi itu digunakan untuk membuat kronologis kejadian yang dapat membantu pelaporan dan pengusutan pada pihak yang berwenang. Korban bisa melapor ke platform online tempat terjadinya KBGO ataupun kepolisian.

2. Pantau situasi yang dihadapi

Pantau situasi yang terjadi, apakah mungkin menghadapi pelaku sendiri? Apakah mungkin mendokumentasikan sendiri? Melakukan semuanya sendiri tidak dianjurkan, maka itu korban perlu memantau dan menilai situasi yang dihadapi. Putuskan yang paling baik dan aman untuk diri sendiri.

3. Menghubungi bantuan

Carilah individu yang bisa dipercaya untuk menceritakan kejadian ini. Selain itu, bisa juga mencari bantuan kepada lembaga, organisasi, atau institusi terdekat yang bisa memberi bantuan atau pendampingan. Misalnya saja Lembaga Bantuan Hukum (LBH), layanan konseling, pendampingan psikologis, atau bantuan terkait keamanan digital. Korban juga bisa melapor ke Komnas Perempuan melalui saluran khusus pengaduan. Mekanisme pengaduan bisa dibaca di website https://www.komnasperempuan.go.id.

4. Lapor dan blokir pelaku

Korban mempunyai opsi untuk melaporkan dan memblokir pelaku atau akun-akun yang dianggap mencurigakan, membuat tidak nyaman, atau mengintimidasi dari platform online yang digunakan.

Pendampingan korban

Lalu, bagaimana jika suatu saat Mama menjadi orang yang diminta mendampingi korban KBGO? Saat mendampingi korban, prioritas utamanya ialah memperhatikan dan mementingkan kebutuhan korban. Semua tindakan yang diambil saat pendampingan harus dikonsultasikan bersama korban.

Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk mendampingi korban, antara lain:

1. Membentuk jejaring dukungan (support network)

Kepedulian dan dukungan jangka panjang bagi korban atau penyintas dapat mencegah KBGO, juga bisa membantu untuk sembuh dari trauma yang dialami. Selain itu, jika memungkinkan bisa berkontribusi kembali pada aktivisme melawan KBGO.

2. Menceritakan kisah korban dan penyintas

Menciptakan wadah atau sarana agar korban dan penyintas dapat menceritakan KBGO yang terjadi, serta keberanian dan cara melaluinya. Langkah ini bisa menjadi kekuatan dan metode penyembuhan dari trauma yang dialami. Penceritaan kembali bisa dilakukan melalui format digital, misalnya digital storytelling (teks, foto, video, musik).

3. Kampanye solidaritas

Kampanye bisa membangun kesadaran akan KBGO serta membangun massa untuk memberikan tekanan pada pemerintah dan sektor privat untuk membuat regulasi dan membangun kultur yang tidak menoleransi kekerasan berbasis gender di dunia maya.    

Internet seharusnya menjadi ruang yang aman bagi siapa saja. Sebagai warganet, mari berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman di ranah online.

Posting Komentar

0 Komentar