Cara Jitu Membangun Kebiasaan Baru

Adakah Mama yang sedang melatih kebiasaan baru? Memulai kebiasaan olah raga 30 menit sehari, makan sehat, rutin baca buku, dan lainnya. Mumpung masih awal tahun, yuk atur strategi agar sukses membangun kebiasaan baru.

Seringkali kita menetapkan target yang sulit. Ingin punya tabungan banyak, ingin menurunkan berat badan sampai 20 kg, ingin bersepeda 10 km, ingin menabung sekian juta rupiah. Daripada melakukan sesuatu yang menakjubkan sejak awal, mulailah dari hal yang kecil kemudian tingkatkan secara bertahap seiring waktu dan meningkatnya motivasi. Peningkatan satu persen setiap hari akan bertambah dengan sangat cepat. Demikian pula dengan penurunan satu persen.

Penulis buku laris Atomic Habits, James Clear punya strategi jitu untuk membangun kebiasaan baru. Apa saja itu?

1. Mulailah dari kebiasaan yang sangat kecil

Pilihlah kebiasaan yang sangat mudah. Saking mudahnya, tidak butuh perjuangan untuk melakukannya. Seringkali kita menantang diri sendiri untuk melakukan hal-hal besar. Tapi pada kenyataannya malah sulit dilakukan setiap hari. Membaca satu halaman setiap hari terdengar lebih mudah ketimbang membaca satu buku dalam satu bulan kan?

2.Tingkatkan kebiasaan dengan cara yang kecil

Dimulai dari yang kecil lalu ditingkatkan secara perlahan. Menciptakan kemajuan kecil setiap hari akan berdampak besar dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kesuksesan bisa dicapai dengan konsisten melakukan kemajuan kecial setiap hari.

3. Coba membagi kebiasaan baru menjadi beberapa bagian

Agar lebih mudah, Mama bisa membagi kebiasaan baru dalam beberapa bagian. Misalnya, jika menargetkan 50 push up setiap hari, bisa dibagi menjadi lima set masing-masing 10 push up. Cara ini akan membuat target menjadi lebih mudah tercapai.

4. Jangan terlewat sampai dua kali

Berbuat kesalahan atau keluar dari jalur adalah sesuatu yang wajar. Orang hebat sekalipun bisa melakukan kesalahan. Namun yang terpenting, segeralah kembali ke jalan yang benar. Menurut penelitian, melewatkan kebiasaan sekali tidak akan berdampak pada kemajuan jangka panjang. Jadi jangan langsung menggagalkan seluruh target dan rencana hanya karena sekali absen. Tetapi juga jangan sampai absen dua kali ya Mama.

5. Bersabar

Bersabar adalah skill yang paling penting. Kemajuan hanya bisa didapat dari konsistensi dan kesabaran. Lakukan hal-hal yang bisa dipertahankan.

Aturan 2 Menit

Bagian paling sulit dari membangun kebiasaan baru ialah memulainya. Seharusnya hanya perlu 2 menit untuk memulainya.

Kebiasaan baru yang ingin dicapai itu perlu diperkecil menjadi versi 2 menit. Misalnya, "membaca sebelum tidur setiap malam" menjadi "membaca satu halaman", "yoga tiga puluh menit setiap hari" menjadi "menggelar matras yoga", "lari tiga kilometer" menjadi "mengikat tali sepatu lari".

Dengan cara itu, kita akan terbiasa melakukannya terus-menerus dan membuat kemajuan setiap harinya. Dua menit pertama ini menjadi semacam ritual untuk memulai rutinitas yang lebih besar. Jika sudah terbiasa mengikat sepatu setiap pagi, tentu tidak sulit untuk meningkatkannya menjadi lari satu putara. Selanjutnya bisa ditingkatkan terus hingga target 3 km setiap hari bisa tercapai.

Rekomendasi 

Untuk membantu Mama membangun kebiasaan baru, ada beberapa buku yang bisa menjadi panduan dan mendapat trik yang mudah diaplikasikan. Antara lain Atomic Habits (James Clear), 101 Cara Mengubah Kebiasaan Buruk (Farizza Noor Amalia), The Power of Habit (Charles Duhigg), The Incredible Habits (Dewi Indra), atau Cara Cepat Melatih Kebiasaan Positif Sehari-Hari (Marc Reklau).

Mama juga bisa menggunakan aplikasi habit tracker untuk membantu menjaga konsistensi ketika sedang membangun kebiasaan baru. Aplikasi seperti ini memungkinkan kita melihat kemajuan yang telah dibuat secara visual yang bisa membantu meningkatkan motivasi. Beberapa aplikasi yang bisa digunakan antara lain:Loop Habit Tracker, Habit You, Snap Habit, Google Calendar, Tick Tick, Habit Forest dan lainnya. Jika Mama lebih suka manual, mama juga bisa membuat jurnal yang seru, misalnya dengan bullet journal.

Semoga strategi ini bisa membantu Mama membangun kebiasaan baru. Yang perlu diingat, kebiasaan akan hilang ketika kita berhenti melakukannya.  Jangan menyerah, Mama!


Posting Komentar

0 Komentar