Mama, Olahraga Yuk!

 

SELAIN drama Korea (pecinta K-drama mana suaranyaaaa?), olahraga merupakan jalan ninja saya untuk lebih menikmati hari-hari selama pandemi hingga hari ini. Biasalah, semakin tinggi tingkat stres akibat bekerja dari rumah sambil membersamai tiga anak perempuan saya, kebutuhan akan me time akan semakin tinggi.

Kalau mama-mama memperhatikan linimasa di media sosial, pasti ngeh kalau nonton drakor, mengurus tanaman, memasak resep-resep baru, dan olahraga di rumah adalah salah empat dari sekian banyak hal katanya ngetren selama awal pemberlakuan pembatasan sosial atau apapun itu istilahnya.

Banyak yang kemudian merasa harus anti mainstream dengan tidak tertarik mengikuti tren tersebut, tapi banyak juga yang asyik-asyik aja. Saya sih tidak termasuk keduanya, karena cuma sok asyik aja, wkwk. Tapi ya udah sih ya, kenapa harus pusing menjustifikasi diri sendiri bahwa kita harus ikut (atau memedulikan) tren atau tidak? Kalau suka (dan tidak mengganggu orang lain), ya just do it ya kan?

Long story short, saya mulai kembali intens berolah raga satu tahun setelah pandemi. Tepatnya, mulai April 2021. Trigger utamanya apalagi kalau bukan terpana saat menatap timbangan yang jarumnya terlalu ke kanan melebihi batas psikologis? Duh, hobi rebahan dan esmosi tingkat tinggi ternyata juga membuat nafsu ngemil semakin tinggi. Gawat ini!

Kalau langsung stop ngemil, sulit dong ya. Jadi, mari kita coba berolahraga untuk membakar kalori yang masuk. Karena saat itu masih agak parno keluar rumah, maka home workout berbekal fitur search di YouTube adalah jawaban ampuh buat saya.

Ada banyak sekali kanal Youtube yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan tujuan berolahraga. Kalau saya, ya sesuai mood saja. Kalau sedang ingin melakukan gerakan-gerakan cardio bersama musik mengentak, saya akses channel Youtube model fitnes sekaligus pengusaha asal Jerman, Pamela Reif. Tiap video workout yang dibuatnya antara 10 hingga 20 menit, namun dijamin membuat tubuh berkeringat (hingga tak jarang hampir pingsan).

Atau olahraga yang fun tapi nggak kalah ampuh membakar kalori? Yuk berlatih bersama The Fitness Marshall. Di kanal ini, mama bisa mencoba berbagai cardio dance fitness dengan cara yang menyenangkan bersama pilihan lagu-lagu cuco yang membakar semangat.

Jika ingin mengonsentrasikan aktivitas fisik menjadi otot, pilihan berlatih bersama Chloe Ting juga tersedia. Kanal yang pernah viral karena mengajak orang membentuk otot lewat #ChloeTingChallenge ini, cocok untuk pecinta olahraga yang mendambakan penguatan di otot-otot tertentu.

Terus, kalau sedang ingin berolahraga yang lebih smooth, saya akan akses kanal Blogilates, yang dimiliki oleh instruktur fitnes Cassey Ho. Dia mengombinasikan pilates bersama gerakan workout lain untuk membantu pengikutnya mencapai body goals!

Oh iya, jangan lupakan juga influencer asal Hongkong yang bisa mengajak orang untuk berolahraga singkat dan ramah untuk pemula, Emi Wong. Meski sebagian besar olahraga yang dilakukan bersama Emi bersifat bodyweight workout, otot tubuh juga bisa terasa "pedas" ketika melakukan berbagai instruksi yang dipandunya.

Nah, kalau ingin "berjalan kaki" saja di dalam rumah, bagaimana? Wah, kalau begitu jangan lewatkan kanal milik Leslie Sansone yang mengajak orang untuk memenuhi target sekian ribu langkah setiap hari. Meski hanya "berjalan" di tempat atau di sekitar rumah dalam radius yang dekat, keringat bisa bermunculan. Apalagi jika sambil berlatih, tangan memegang barbel atau benda yang memiliki massa.

Akhir-akhir ini, saya sedang suka berolahraga bersama channel Youtube Salsalivefit dan Roberta`s Gym. Yang pasti, buat saya, olahraga itu seperti cari jodoh, alias cocok-cocokan. Olahraga kan sudah capek, jadi sebisa mungkin saya akan mencari jenis workout yang sedikit meringankan beban saya untuk memulai.

Kalau lagi bosan, bagaimana?

Kalau saya, biasanya ya rehat dulu saja. Dengarkan tubuh, juga mood. Tapi kalau sudah lebih dari tiga atau empat hari, saya berkesimpulan kalau itu bukan hanya saya yang bosan, tapi  mungkin malas, ketidakcakapan saya dalam mengelola waktu, atau hal-hal lain yang sifatnya pembenaran. Yaaaaa seperti pepatah klasik, dimana ada kemauan pasti ada jalan, dan dimana ada kemalasan pasti ada alasan wkwk.

Untuk menangkalnya, biasanya saya beralih kepada teman-teman yang juga suka berolahraga. Teman-teman ini -selain bisa menjadi teman agar bisa olahraga bareng- juga bisa menjadi penyemangat saat bosan melanda.

Atau, cara yang juga efektif sejauh ini adalah mengikuti sebuah challenge. Bulan lalu, saya dan beberapa teman kantor pernah menjalankan challenge dalam satu bulan. Hadiahnya adalah timbangan digital yang bisa membaca body composition. Tentunya saya semangat dong aaahh, makanya menang. Hazeig, mohon dibaca sebagai apresiasi buat diri sendiri, bukan kenarsisan yaa wkwkwk. Terkadang, hal-hal receh sebatas posting di medsos juga cukup ampuh membuat semangat berolahraga terjaga.

Oh ya, ketersediaan sebuah gawai alias gadget ternyata juga cukup ampuh memaksa saya bergerak. Anggap saja ini sebagai investasi jangka panjang untuk memantik semangat.

Kehadiran smart band atau sport watch ternyata juga sangat membantu menjaga semangat olahraga. Untungnya, smart band masa kini semakin banyak di pasaran, dan harganya pun semakin terjangkau dibandingkan satu atau dua tahun lalu. Lumayan, ngga harus mengurangi jatah belanja bulanan terlalu dalam.

Lalu, setelah rutin berolahraga, apa kabar timbangan?

Ya gitu aja, timbangan mah bergerak sedikit ke kiri. Se-di-kit. Ya gimana mau banyak, wong nafsu makan juga ikut meningkat, hahaha. Gapapa lah ya, yang penting sehat dan tetap bahagia, kan? So, tetap semangat ya, Mama!

@endahasih, Bunbun untuk Athaya, Inara, dan Hagia


Cerita Mama berisi cerita yang ditulis oleh pembaca digitalMamaID seputar pengalamannya saat bersentuhan dengan dunia digital, baik saat menjalankan perannya sebagai individu, istri, ibu, pekerja, maupun peran-peran lain di masyarakat. Kirimkan cerita Mama melalui email digitalmamaid@gmail.com dengan subyek [Tanya digitalMama]!

Posting Komentar

0 Komentar