Mama Hobi Posting Foto Anak? Eit, Ada Aturannya Lho!

Hal-hal ini mesti Mama lakukan agar aman dan tenang saat memposting foto anak. Mama sudah lakukan yang mana?

Memposting foto anak memang suatu hal yang menyenangkan. Apalagi kalau kita punya foto-foto yang artsy. Pasti gatel deh ingin cepat upload foto itu di media sosial

Tapi tahu gak Mama, kegiatan memposting foto anak tidak selalu berdampak baik, lho. Foto yang sudah kita upload ke media sosial berpotensi dilihat siapa pun, dan sangat mungkin berakhir di tangan yang jahil. 

Lalu, bagaimana caranya agar Mama merasa aman saat memposting foto anak? Associate Professor Amanda Third dari University of Western Sydney membagikan hal-hal di bawah ini untuk Mama agar foto anak yang kita posting menjadi lebih aman dan minim disalahgunakan.

Kunci media sosial atau pakai fitur "close friend"

Pertahanan pertama yang bisa Mama lakukan adalah mengunci media sosial, atau memakai fitur "close friend" ketika memposting foto anak. Dari semua hal di bawah yang akan kita pelajari, kendali awal tentunya tetap ada di tangan Mama.


Meminta izin anak

Biasakan meminta izin terlebih dahulu sebelum memposting foto anak. Hal ini akan menumbuhkan kebiasaan baik kepada anak bahwa mengambil foto adalah hak privasi dan kita harus meminta izin terlebih dahulu. Seperti foto yang konyol atau foto minim busana, walaupun menurut kita lucu, belum tentu si anak berkenan fotonya dilihat orang lain bukan?


Sembunyikan data pribadi

Pastikan Mama tidak memposting data pribadi anak, seperti nama lengkap, sekolah, alamat rumah dan kegiatan rutin. Hal ini biasanya sering dilupakan dan dianggap sepele. Hati-hati ketika memfoto anak pulang sekolah dengan seragamnya, foto anak dengan twibbon nama sekolah, atau memberi tag lokasi si anak. Jangan memberi kesempatan kepada orang-orang jahil ya, Mama. Ingat bahwa semua informasi dan foto yang kita upload menjadi jejak digital anak kelak ketika dia besar. 


Pikirkan tentang metadata dan geo lokasi

Secara umum, foto yang kita ambil menyimpan tanggal, waktu dan koordinat GPS. Dan kebanyakan media sosial menyembunyikan atau menghapusnya ketika kita upload. Pastikan kita sudah mematikan lokasi di ponsel kita saat memposting foto anak.


Pahami bahwa foto dan informasi yang kita upload di media sosial kemungkinan bisa menjadi properti pemilik media sosial tersebut

Beberapa situs media sosial memiliki kewenangan untuk menyalin dan menggunakan foto dan video yang kita upload. Maka dari itu, menjadi penting mengetahui bagaimana media sosial yang kita pakai mempunyai concern dan awareness tentang hal tersebut. Penjelasan akan hal ini bisa Mama baca di panduan awal saat Mama membuat akun. Tampak ribet sih, tapi dengan mengetahui hal ini Mama akan lebih selektif sebelum memposting foto, video atau informasi tentang anak di media sosial.


Gunakan email atau aplikasi pesan pribadi untuk mengirim foto anak

Selain menggunakan media sosial sebagai sarana berbagi foto dan video anak, ada cara lain yang lebih memiliki privasi dan memberi Mama kontrol, yaitu dengan:
  1. Menggunakan e-mail.
  2.  Menggunakan layanan pesan multimedia melalui jaringan seluler.
Stacey Steinberg, profesor Legal Skills di University of Florida Levin College of Law di Gainesville berpendapat bahwa sedini mungkin anak sebaiknya diberi hak penuh atas informasi pribadinya. Steinberg sendiri telah membuat penelitian kecil soal ini dalam artikel hukumnya

Di Amerika sendiri, negara bagian mulai mengesahkan undang-undang tentang aturan berbagi informasi anak secara online. Namun, menurut Steinberg, yang terpenting adalah kendali awal di orang tua dan keluarga. 

"Meskipun kami tidak ingin membuat kepanikan yang tidak perlu, kami melihat beberapa kekhawatiran yang berpotensi merepotkan, dan kami pikir orang tua atau setidaknya dokter harus menyadari potensi risiko tersebut," kata Steinberg. Risiko terburuknya adalah foto anak yang disalahgunakan, pencurian data digital, dipermalukan, perundungan oleh teman sebaya dan penculikan digital. 

Jadi, ingat ya, Mama. Membiasakan meminta izin kepada anak saat akan memposting fotonya menjadi awal yang baik untuk melindungi data pribadi mereka. Edukasi soal perlindungan data pribadi anak juga bisa mulai dikenalkan oleh Mama sejak dini. Dunia internet tidak selalu ramah, Mama. Namun, kendali penuh ada di tangan Mama sepenuhnya. Happy parenting!

Posting Komentar

0 Komentar