Kapan Sebaiknya Memberikan Handphone untuk Anak? Sebuah Panduan Singkat untuk Mama


Memberikan handphone untuk anak bisa jadi keputusan paling sulit yang harus diambil orangtua. Yang awalnya hanya dipinjamkan orang tua, kini sampai ke masa anak mulai mempunyai kebutuhannya sendiri. Tidak terasa ya, si kecil mulai beranjak usianya.

Kekhawatiran tentang hal ini semakin memuncak ketika anak mulai masuk usia sekolah. Di sisi positif, anak akan terbantu kegiatan belajarnya. Aplikasi belajar akan sangat membantu selain membaca buku. Apalagi sejak pandemi, blended learning gencar dilakukan sekolah. Selain soal belajar, anak juga bisa berkomunikasi dengan teman sebayanya dengan mudah. Tapi, di sisi negatifnya orang tua bisa kecolongan dengan aktivitas anak yang bisa jadi tidak terkontrol; contohnya dengan pemakaian akses internet dan media sosial.

Jadi, sebelum memutuskan memberikan handphone untuk anak, sebaiknya Mama menilai terlebih dahulu apakah anak sudah memiliki kesiapan dan tanggung jawab dasar. Misalnya apakah dia patuh dengan aturan screen time di rumah, apakah dia bertanggung jawab dengan tugas sekolahnya, apakah dia tetap senang bermain dan tidak banyak mengurung diri, dan sebagainya.

Selain hal-hal di atas, ada baiknya Mama juga memasukkan hal-hal di bawah ini untuk pertimbangan lain, seperti yang dipaparkan Common Sense Media, yaitu:
  • Apakah anak terbiasa memberi kabar kepada orang tuanya ketika akan meninggalkan rumah?
  • Apakah anak pernah ceroboh dan menghilangkan barang? Bila iya, kemungkinan besar handphone yang akan diberikan kepadanya juga akan bernasib sama.
  • Apakah anak akan menggunakan handphone dengan rasa tanggung jawab? Seperti tidak menggunakan handphone saat jam belajar atau tidak mengganggu/merundung temannya lewat pesan, telepon atau media sosial?
  • Apakah anak akan mematuhi aturan orang tua bila dipasang aplikasi Parental Control?
  • Apakah Mama dan anak sudah siap?

Bebas khawatir dan ramah kantong

Setelah Mama menilai apakah anak siap memiliki handphone sendiri di usia yang sekarang, ini panduan singkat selanjutnya yang bisa membantu Mama worry-free dan tidak mencegah kantong jebol:
  • Daripada membelikan handphone baru, lebih baik Mama memberi anak handphone bekas, jangan dulu memberi anak handphone dengan model terkini.
  • Kalau memungkinkan, jangan dulu memberikan SIM card pada handphone anak, lebih baik gunakan layanan pesan gratis dari e-mail seperti Google Messenger. Hal ini akan membatasi anak berinternet hanya dengan jaringan wifi.
  • Pasang aplikasi Parental Control agar semua kegiatan anak terpantau bahkan dari jauh.
  • Larang anak memiliki aplikasi marketplace agar menghindari dari sifat boros.
  • Untuk usia sekolah dasar, disarankan anak untuk tidak dulu mengunduh aplikasi media sosial.
Memberikan handphone untuk anak seperti membuka pintu ke dunia yang baru. Anak usia sekolah dasar sebaiknya belum diberikan otoritas penuh atas handphone.

Namun, keputusan sepenuhnya ada di tangan orang tua. Jika anak masih belum siap, ada baiknya menahan dulu niat memberikan handphone untuk anak. Jangan segan mendiskusikan hal ini dengan anak ya, Mama!

Posting Komentar

0 Komentar