Menstrual Cup: Kenali Sebelum Mencobanya

Seiring dengan green living yang kian diminati, semakin banyak pula yang mencoba menggunakan menstrual cup sebagai alternatif pembalut sekali pakai. Selain baik bagi lingkungan, penggunaan menstrual cup juga dipercaya lebih ekonomis.

Akan tetapi, masih banyak perempuan yang masih ragu karena beredar banyak rumor tentang penggunaan menstrual cup. Salah satunya, rumor yang menyebut penggunaan cawan menstruasi bisa membuat sulit mendapatkan anak. Benarkah demikian? Lalu, apa sebenarnya keunggulan serta risiko saat memilih menggunakan menstrual cup? Kita bahas yuk!

Apa itu menstrual cup?

Sesuai dengan namanya, menstrual cup adalah cangkir yang dapat menampung darah saat menstruasi. Cangkir ini terbuat dari bahan silikon sehingga sangat elastis.


Berbeda dengan pembalut pada umumnya yang dipergunakan di luar organ kewanitaan, menstrual cup harus dimasukkan ke dalam rongga vagina. 


Walaupun ukurannya tidak terlalu besar, namun umumnya menstrual cup bisa menampung darah haid hingga 30 ml. Karena bentuk corongnya yang cukup lebar, biasanya Mama perlu melipat mulut corong tersebut ketika akan menggunakannya. Bagian cangkirnya harus terpasang dengan benar untuk menghindari kebocoran.


Keunggulan menggunakan menstrual cup


Penggunaan cangkir menstruasi sebenarnya sudah ada sejak tahun 1937. Namun, setelah adanya evolusi pembalut sekali pakai pada 1970, penggunaannya jadi meredup.


Hingga baru beberapa tahun terakhir, penggunaan menstrual cup kembali banyak digaungkan oleh sejumlah kalangan, terutama para pencinta lingkungan. Mereka mengklaim pembalut sekali pakai bisa mencemari lingkungan dan sulit terurai oleh tanah. Sedangkan menstrual cup, tentunya tidak menimbulkan sampah sama sekali. Karena kita bisa menggunakannya berkali-kali.


Selain berdampak pada lingkungan, keunggulan menggunakan cangkir ini adalah dari segi ekonomi. Mama bisa menghemat cukup banyak uang jika menggunakan menstrual cup. Sebagai gambaran, biasanya cangkir menstruasi di pasaran harganya Rp 400 Ribu-Rp 700 ribu. Harga ini mungkin terasa mahal, padahal jika dibandingkan dengan pembalut sekali pakai per tahunnya, angka tersebut sangat kecil.


Kekurangan menggunakan menstrual cup


Walaupun memiliki keunggulan, tentunya cangkir menstruasi juga punya sejumlah kekurangan. Salah satu yang paling mendasar ialah penggunaannya yang sering dianggap repot bagi sejumlah wanita.


Sebagai cangkir yang dapat digunakan kembali, Mama tentunya harus mencucinya dengan sangat bersih sebelum memakainya lagi. Tak hanya itu, dari sejumlah survei, menstrual cup hanya bertahan sekitar 3-4 jam. Ini berarti Mama harus siap mencucinya selang waktu tersebut.


Risiko lainnya adalah bisa menyebabkan endometriosis. Kondisi ini terjadi ketika tumbuh jaringan di luar rongga rahim. Dari riset Gynecologic and Obstetric Investigation pada tahun 2003, disebutkan bahwa menstrual cup bisa menyebabkan aliran darah haid berbalik arah ke luar rahim. Hal ini karena cangkir ini menampung darah di area rongga vagina.  Karena kondisi ini pun, cangkir menstruasi juga bisa menyebabkan toxic shock syndrom (TSS). TSS adalah infeksi bakteri yang bisa membahayakan tubuh bahkan mengancam nyawa. 


Akan tetapi, kondisi ini sangatlah langka. Menurut penelitian yang dirilis oleh Infectious Disease and Medical Microbiology tahun 2015, baru ada satu kasus terkonfirmasi TSS yang dialami wanita 37 tahun.


Mitos seputar menstrual cup

  • Bikin mandul

Dengan adanya risiko endometriosis, banyak yang berpendapat bahwa cangkir menstruasi bisa juga mempersulit mendapatkan keturunan. Padahal, belum ada riset lanjutan tentang hubungan penyakit ini dengan kemandulan. Terlebih, riset tersebut hanya mengambil studi kasus pada satu orang wanita. 

  • Merenggut keperawanan

Dengan bentuk yang cukup lebar untuk mulut vagina, banyak wanita yang takut beralih ke menstrual cup karena dapat menyobek selaput dara. Padahal, cangkir ini diletakkan cukup jauh dari mulut rahim sehingga tak akan mengenai selaput dara. Terlebih, kini banyak juga pilihan menstrual cup dengan ukuran kecil dan bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

  • Bikin Susah Buang AIr Kecil

Menstrual cup ditempatkan di dalam vagina yang sebenarnya cukup jauh dari lubang keluar urine. Begitupun di bagian dalam vagina, menstrual cup biasanya tak akan menekan kantung kemih ataupun melukainya. Bentuknya sudah didesain sedemikian rupa untuk menghindari terkena organ vital lain. 


Jadi, haruskah say goodbye pada pembalut sekali pakai?


Jawabannya tergantung pilihan Mama dong! Kalau Mama mau lebih hemat mengurangi produksi sampah dan siap mengikuti aturan pakai menstrual cup, sudah saatnya beralhi dari pembalut sekali pakai. Apapun keputusan Mama, jangan hanya karena FOMO, ya!

Posting Komentar

0 Komentar